"Kader, konstituen dan simpatisan di bawah ini benar-benar gelisah dan bingung. Katanya sudah ada islah dan ketua umum didudukkan lagi pada posisinya semula. Tapi ini masing-masing elite masih jalan sendiri-sendiri atau jalan-jalan sendiri mendekati capres selera masing-masing. Itu sangat memalukan," ujar Mudrick kepada wartawan di Solo, Rabu (30/4/2014).
Mudrick menyarankan, setelah terjadi islah maka semua kebijakan partai dilakukan dengan juga semangat islah. Dalam kaitan membangun jalinan rencana koalisi maka seharusnya elite-elite PPP tidak bisa melakukannya sendiri-sendiri sesuai selera dan kepentingan masing-masing tanpa sepengetahuan ketua umum. Apalagi nantinya keputusan koalisi itu juga akan ditentukan dalam forum Rapimnas.
"Bisa saja sekarang ini para elite itu beralasan pendekatan-pendekatan yang dilakukan dengan masing-masing bakal capres potensial itu juga bagian dari penjajakan koalisi. Tapi semua alasan seperti itu sudah bisa dibaca oleh kader dan simpatisan di bawah sebagai retorika politik. Karena itu kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan kembali dalam semangat islah untuk menjaga martabat PPP sebagai partai Islam yang terhormat," tegasnya.
Lebih lanjut Mudrick mendesak para elit PPP segera melakukan evaluasi dan menyadari kesalahan yang telah dilakukan. Selanjutnya lebih baik para pimpinan partai sebagai penentu kebijakan koalisi agar segera turun ke bawah, menyelami aspirasi akar rumput. Menurutnya, pemilihan presiden adalah memilih pemimpin bangsa dan negara yang harus mempertimbangkan banyak hal. Termasuk yang harus dipertimbangkan adalah suara mayoritas akar rumput partai ka'bah tersebut akan memilih capres siapa.
"Turun ke bawah, selami kemauan konstituen. Selain itu segera minta nasehat kepada KH Maimun Zubair selaku Ketua Majelis Syariah DPP PPP. Beliau ulama yang memilikipengetahuan sangat mendalam dalam hal fiqh siyasah (fikih politik). Apapun saran dan dhawuh beliau pasti berdasarkan pertimbangan syar'i. Setelah mencatat kemauan konstituen dan menerima dhawuh dari Mbah Moen maka harus segera diputuskan dalam Rapimnas. Jangan diolah-olah lagi dengan pertimbangan-pertimbangan pribadi lagi," kata Panglima Mega Bintang tersebut.
"Jika para elit politik di PPP itu masih seperti sekarang dengan jalan sendiri-sendiri dan jalan-jalan sendiri-sendiri seperti itu saya yakin di Rapimnas nanti akan menemui jalan buntu dan itu sangat merugikan partai. Saya juga ingatkan kepada para bakal capres, jika melakukan transaksi politik hanya dengan para elit PPP dengan tidak mengindahkan aturan seperti yang dilakukan sekarang, saya jamin mereka hanya akan mendapat pepesan kosong, karena bisa jadi putusan koalisi itu tidak sejalan dengan aspirasi mayoritas di kalangan kader dan konstituen PPP di bawah," sambungnya.
(mbr/trq)










































