Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto Izul Fattah mengatakan dengan melihat hasil pileg, tiga capres yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk bisa memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran.
"Pilpres nanti berpotensi berlangsung dua putaran. Saya prediksi tidak bisa satu putaran," kata Toto saat berbincang dengan detikcom, Rabu (30/4/2014).
Toto mengingatkan, kecuali ada money politics dan tsunami politik maka pilpres bisa saja berlangsung hanya satu putaran. Namun ia mencermati hal tersebut sangat kecil kemungkinan terjadinya.
Ia menekankan ajang pilpres sangat berbeda dengan pileg di mana para caleg bisa saja menyumpal suara pemilih dengan uang. Di pemilu presiden akan sangat sulit seperti itu.
Adapun menyangkut soal tsunami politik, Toto menjelaskan hal tersebut bisa terjadi bila ada pergerakan politik yang luar biasa dari capres Partai Golkar Aburizal Bakrie dan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Sampai sejauh ini tidak terlihat adanya pergerakan yang signifikan dari mereka, tidak ada program yang masif dalam mencari dukungan-dukungan," ujar Toto.
Toto menambahkan, figur capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) yang semula diperkirakan bakal sefenomenal Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu 2009 lalu ternyata tidak terbukti.
"Suara PDIP di pileg tidak sampai tembus 20 persen, padahal tadinya diprediksi bisa tembus 30 persen karena ada sosok Jokowinya," ungkap dia. Dengan begitu, tegas Toto, tentunya sangat sulit bagi Jokowi untuk memenangkan pilpres dalam satu putaran.
(brn/erd)











































