"Saya sudah perintahkan susun kembali metode pembinaan. Karena metode pembinaan itu kelihatannya hanya di dalam kampus, ini kan masalahnya terjadi di luar kampus. Bagaimana pengawasan di luar kampus, itu juga akan kita sempurnakan," kata Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (29/4/2014).
Mangindaan menjelaskan pihaknya dan STIP sudah berhasil memperbaiki pembinaan yang ada di dalam kampus. Perbaikan pembinaan di internal ini juga menjadi buntut dari kematian mahasiswa STIP beberapa tahun lalu.
Khusus untuk masalah ini, Kemenhub akan kembali melakukan evaluasi. "Ini di luar kampus, kaget juga kita terjadi di luar dan antar senior dan ini satu kampung, kok bisa terjadi begitu. Ini bisa jadi bahan untuk kita buat pembinaan yang disempurnakan karena di luar kampus," tandasnya usai mengikuti rapat kabinet.
Sebanyak tujuh taruna STIP menganiaya beberapa taruna juniornya dengan alasan pembinaan di sebuah kos-kosan senior di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat 25 April. Satu junior bernama Dimas Dikita Handoko meninggal dunia, sementara 6 taruna lainnya terluka.
Tiga nama pelaku penganiaya Dimas adalah Angga, Fachry dan Adnan sudah ditahan. Sedangkan SAT, WID, DE dan AR adalah pelaku yang menyebabkan rekan-rekan Dimas babak belur juga ditahan.
(mok/trq)











































