Sekretaris Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar, Rully Chairul Azwar mengatakan pertemuan kedua tokoh pimpinan parpol itu masih cair. Menurutnya, koalisi tidak harus dibangun sebelum pilpres.
"Kita tunggu hasilnya (pengumuman resmi KPU).Tentu nanti konfigurasi politiknya kan berubah. Sekarang capres (Ical) tidak berubah. Tapi nanti koalisi kan tidak harus sebelum pilpres. Yang terpenting juga setelah pilpres untuk memperkuat pemerintahan," ujar Rully saat dihubungi detikcom, Selasa (29/4/2014).
Rully mengungkapkan, langkah politik yang dilakukan Ical dengan melakukan pendekatan kepada capres-capres memang bagian dari mandat partai. Semua komunikasi politik dilakukan dalam rangka penjajakan. Karena itu, pertemuan Ical dengan Prabowo juga masih sebatas penjajakan, tidak ada kesepakatan untuk berkoalisi di Pilpres mendatang.
Rully menegaskan hingga digelarnya rapimnas, Ical masih sah sebagai capres resmi Golkar. Menurutnya, Golkar tidak pernah mempertimbangkan untuk menurunkan posisi Ical sebagai cawapres.
Namun demikian, anggota Komisi X DPR ini mengungkapkan, Golkar tetap akan realistis menghadapi perkembangan politik nanti setelah pengumuman resmi KPU.
Rully juga mengatakan malam ini BKPP akan menggelar rapat untuk mengavaluasi pelaksaan Pileg dan perolehan suara yang diraih Golkar, termasuk perkembangan politik yang dinamis. Hasil evaluasi BKPP selanjutnya, kata Rully akan dilaporkan kepada DPP sambil menunggu hasil resmi Pileg oleh KPU. Setelah itu, DPP menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas).
"Nah, di rapim itulah Pak ARB harus menyampaikan hasil komunikasi politiknya termasuk dengan Prabowo. Pak ARB juga melakukan komunikasi politik dengan lainnya. Semuanya masih cair. Dan di rapim itulah keputusan koalisi," imbuh Ketua DPP Golkar ini.
(rmd/brn)











































