"Meskipun harus kita yakini pada bidang tertentu ada persyaratan, untuk keselamatan pada dia," kata M Nuh usai membuka pameran mobil listrik nasional di F(X) Mall Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2014).
"Contoh untuk dokter misalkan agak susah kalau dia tuna netra bukan berarti tidak boleh. Ada bidang-bidang tertentu untuk tidak boleh," sambungnya.
Sementara itu, Dirjen Dikti Djoko Susilo mengatakan, persyaratan SNMPTN itu terbuka. Sependapat dengan M Nuh, Djoko juga menyarankan bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke jurusan lain.
"Pada prisnsipnya terbuka tapi disarankan. Jadi nanti siang ini PTN akan menjelaskan ke Ombudsman. Yang sudah masuk biasanya akan diarahkan ke prodi lain," kata Djoko di tempat yang sama.
Hari ini, Ombudsman memanggil Dirjen Dikti, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia dan sejumlah rektor atas dugaan pengaduan Koalisi Organisasi Disabilitas Indonesia tentang syarat-syarat di dalam SNMPTN 2014 yang dianggap diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.
Syarat tersebut menyebutkan peserta SNMPTN tidak tuna netra, tidak tuna rungu, tidak tuna wicara, tidak tuna daksa, tidak buta warna keseluruhan boleh buta warna sebagian, dan tidak buta warna keseluruhan.
(dha/aan)











































