M Nuh ditemani Dirjen Dikti Djoko Susilo dan Rektor ITS Triyogi Yuwono saat membuka pameran Molina di F(X) Mall Sudirman, Jakarta Selatan. M Nuh berharap ke depan teknologi itu tidak hanya digunakan pada mobil.
"Tentu saja sangat serius karena kita paham betul. Kita minta betul kawan-kawan basis riset, untuk menguasai teknologi, desain sistem sampai penguasaan teknologi komponen baru diterjemahkan ke realisasi desain," kata M Nuh di lokasi, Selasa (29/4/2014).
M Nuh berpendapat, yang terpenting adalah penguasaan teknologi lebih dahulu. Baru kemudian pengaplikasian teknologi tersebut.
Selain itu, mobil Molina ini akan melakukan tur Jakarta-Surabaya pada tanggal 2 Mei mendatang. Tur itu dilakukan sekaligus untuk menguji mobil tersebut.
"Nanti mau dipasang di angkot atau di kendaraan massal, yang penting teknologinya kita kuasai. Perjalanan 900 km ini kita pakai untuk mengevaluasi tentang ketahanan, kekuatan, kegigihan, keandalan dari mobil ini itu apa saja," ucapnya.
"Secara teknologi nggak ada yang baru dalam sistem. Paling nggak ban, tentu ini ban yang ada di pasar. Tetapi yang harus baru konsep. Urusan kaca spion sama, nggak penting. Esensinya antara BBM dan non BBM," imbuh M Nuh.
Pemerintah sebenarnya menginstruksikan UI, ITB, UNS, UGM dan ITS untuk mengembangkan teknologi mobil listrik. Hanya saja kebetulan ITS yang lebih dulu berhasil mengembangakan mobil tersebut.
(dha/mad)











































