DetikNews
Selasa 29 April 2014, 11:18 WIB

Sidang Impor Sapi

Bacakan Pembelaan, Bos Indoguna Merasa Ditipu Elda dan Fathanah

- detikNews
Bacakan Pembelaan, Bos Indoguna Merasa Ditipu Elda dan Fathanah
Jakarta - Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman membacakan pembelaan (pledoi) setelah jaksa meyakini Maria terbukti menyuap Luthfi Hasan Ishaaq Rp 1,3 miliar melalui Ahmad Fathanah. Dalam pembelaannya yang berjudul 'Saya Pengusaha Bukan Penyuap', Maria mengungkapkan bahwa ia hanyalah korban dari permainan Elda Devianne Adiningrat dan Ahmad Fathanah.

"Saya sebagai pengusaha yang baik harus mengikuti peraturan. Tidak ada niat sedikit pun untuk melanggar peraturan-peraturan di Indonesia. Nasib berkata lain. Saya telah jadi korban dari sekelompok orang, yaitu Elda dan Ahmad Fathanah yang mengaku menawarkan kepada saya untuk menjual beberapa ratus ton kuota," kata Maria di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jaksel, Selasa (29/4/2014).

Maria merasa dijerumuskan oleh Fathanah dan Elda yang ingin mengeruk keuntungan dari perusahaannya. Menurut Maria, ia hanya fokus mengenai mahalnya harga daging di Indonesia dan beredarnya daging celeng dan tikus di masyarakat.

"Saya berikhtiar mencari solusi masalah, bukan penambahan kuota seperti yang didakwa penuntut umum kepada saya," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak pernah meminta rekomendasi tentang penambahan kuota impor daging sapi atau pun dipertemukan dengan pihak-pihak lainnya, termasuk Luthfi Hasan Ishaaq dan Menteri Pertanian Suswono. Uang Rp 1,3 Miliar yang ia berikan lewat Fathanah pun ia sebut diperuntukkan untuk hal lain.

"Pemberian Rp 300 Juta adalah untuk jasa Elda yang selama 2-3 bulan mengurus kuota Indoguna. Rp 1 Miliar ke Ahmad Fathanah untuk sumbangan kemanusiaan Papua dan NTT dan tidak ada kaitannya dengan kuota impor," kata Maria.

Sebelumnya, jaksa menuntut Maria dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Jaksa meyakini Maria terbukti menyuap Luthfi Hasan Ishaaq Rp 1,3 miliar melalui Ahmad Fathanah.

Jaksa menegaskan total duit Rp 1,3 miliar diberikan dengan maksud agar Luthfi Hasan mempengaruhi pejabat Kementan agar memberi persetujuan penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013.

"Uang Rp 1,3 miliar diperuntukkan kepada Luthi Hasan Ishaaq anggota DPR yang juga menjabat Presiden PKS melalui Ahmad Fathanah," sebut jaksa saatmembacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (22/4/2014).

Maria dikenai Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



  • Bacakan Pembelaan, Bos Indoguna Merasa Ditipu Elda dan Fathanah
  • Bacakan Pembelaan, Bos Indoguna Merasa Ditipu Elda dan Fathanah

(aan/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed