Koalisi Kerempeng Jokowi yang Berpotensi Terus Menggemuk

Koalisi Kerempeng Jokowi yang Berpotensi Terus Menggemuk

- detikNews
Selasa, 29 Apr 2014 07:22 WIB
Koalisi Kerempeng Jokowi yang Berpotensi Terus Menggemuk
Jakarta - Capres PDIP Jokowi berprinsip tak mau mengumbar janji bagi-bagi jatah kursi menteri dalam menggalang koalisi. Dengan prinsip tersebut, Jokowi diprediksi hanya bisa membentuk koalisi 'kerempeng' yang berisi sedikit parpol. Tapi, melihat perkembangan yang terjadi, koalisi kerempeng itu berpotensi menjadi gemuk.

Jokowi memang ingin membuat sistem presidensiil yang kuat jika kelak dia terpilih sebagai presiden. Gubernur DKI ini mencari teman koalisi yang mau diajak kerja sama tanpa meminta jatah kursi menteri.

"Semua parpol saya ajak kerja sama. Tapi kerja sama ini bukan bagi-bagi kursi. Saya ajak untuk bersama-sama. Kalau semua parpol mau, ya ayo, tapi kalau hanya satu parpol yang mau, ya tidak apa-apa," kata Jokowi 15 April lalu.

Pernyataan tersebut menegaskan dia tak khawatir maju ke Pilpres dengan koalisi kerempeng. Meski tak khawatir dengan koalisi kerempeng, namun dia terus berusaha mengajak kerja sama partai lain.

Hingga hari ini baru NasDem yang telah berada di barisan koalisi kerempeng pendukung Jokowi. Melihat perkembangan yang terjadi, koalisi kerempeng itu berpotensi menjadi gemuk dengan mulai merapatnya partai lain.

Jokowi sudah berkali-kali mengatakan akan ada partai baru yang merapat ke barisannya. Di antara yang sering disebutnya adalah PKB dan PPP.

Deal kerja sama dengan PKB disebut hampir terealisasi. Dengan PPP, hubungannya makin mesra. Komunikasi dengan PKB yang memang sudah terjalin terus dipelihara. Sementara, setelah islah, tak ragu menampilkan kedekatan dengan PDIP, seperti yang dilakukan Dewan Pembina PPP Hamzah Haz dan Waketum Suharso Monoarfa yang bertandang ke rumah Megawati.

"Dua-duanya mungkin (PPP dan PKB). Ya apapun, lebih baik kalau semuanya kerja sama tapi kalau tidak bisa, koalisi ramping pun ya tidak masalah," kata Jokowi 28 April kemarin.

Selain kedua partai itu, Jokowi juga tengah mendekati Hanura. Sabtu (26/4) malam lalu, Jokowi menyambangi kediaman Ketum Hanura Wiranto.

Kesepakatan dengan partai-partai itu memang belum terjalin. Namun memperlihatkan kemungkinan koalisi yang semakin lebar. Jika berhasil merangkul partai-partai itu, maka Jokowi, yang disebut Megawati si capres kerempeng, bisa maju ke Pilpres 2014 dengan koalisi gemuk.

(trq/ahy)


Berita Terkait