"Meninggal hari Minggu 27 April pkl 13.00 waktu setempat, setelah dirawat 7 hari," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam siaran pers, Selasa (29/4/2014).
Menurut dia, keterangan dari pihak rumah sakit bahwa yang bersangkutan meninggal karena virus corona dan radang paru akut dan gangguan pernapasan serta gagal ginjal.
"Saya sedang berproses menanyakan lebih lanjut tentang bgmn proses dan hasil contact tracing kasus ini, sampai 2 minggu ke depan," jelas dia.
"Untuk kasus di Malaysia misalnya, pemeriksaan kontak dilakukan pada 200 orang yang pernah kontak dengan pasien itu," tutupnya.
(rna/ndr)










































