"Begini, namanya mau ngelamar, kita enggak menutup diri, sebelum janur kuning melengkung kan. Jadi, Hanura juga belum pernah berkoalisi dengan partai mana pun kayak Golkar. Jadi, pintu itu terbuka," kata Muzani saat ditemui di Founding Fathers House, Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Senin (28/4/2014).
Dia mengatakan yang menarik adalah pertemuan langsung antara Ketua Dewan Pembina sekaligus Calon Presiden Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Hanura, Wiranto di kediaman mantan Panglima TNI itu di Cipayung, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.
Meski tidak mendampingi langsung Prabowo, dia memaknai pertemuan itu sebagai komunikasi penting antara dua tokoh purnawirawan terkait persoalan negara serta bangsa. "Kami sangat bangga dengan situasi itu," kata politikus yang juga anggota Komisi I DPR RI itu.
Pertemuan antara Prabowo dengan Wiranto menurut dia menghapus pandangan negatif selama ini bahwa keduanya sempat tidak akur saat sama-sama aktif di militer. Padahal saat ini, kedua sosok itu sangat hangat dan tidak ada konflik serta batu sandungan untuk menjalin kerjasama. Meski diakuinya, pernah ada selisih paham di antara keduanya.
"Memang pernah berselisih paham. Kita engak bisa pungkiri itu, tapi melihat dua negarawan bertemu, bisa lebih baik kan. Insya Allah, menawarkan kerjasama besar dan hubungan lebih baik," ujarnya.
Soal tawaran kursi menteri di pemerintahan untuk Hanura, Muzani enggan berspekulasi. Hanya saja diakuinya dalam penjajakan koalisi dengan parpol lain termasuk Hanura memang mengarahkan untuk pembagian jatah kursi di kabinet pemerintahan.
"Pembicaraan itu belum dimulai, tetapi arahnya ke situ, kami enggak munafik," jelas politikus kelahiran Tegal, 15 Juli 1968 itu.
(hat/erd)











































