Bunda korban mengatakan, sejak kejadian itu, anaknya sering stres. Saat stres, putra sulungnya itu sering menggambar atau menulis coretan-coretan pada selembar kertas.
"Dia bilang ke saya kalau lagi stres dia gambar, dia tulis 'security tell the boss, the boss do the bad things'," ujar Bunda korban kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Namun, Bunda korban tidak mengerti apa yang dimaksud putranya dalam gambar yang disertai tulisan itu. Sang Bunda juga tidak ingin mendesak putranya untuk mengungkapkan apa yang dimaksud putranya pada gambar itu.
"Saya nggak tahu maksudnya apa. Dia suka marah kalau disinggung masalah itu," ungkapnya.
Menurut sang bunda, korban mengalami trauma berat pascakejadian tersebut. Putranya harus menjalani konseling psikologi minimal 2 kali seminggu untuk menghilangkan traumanya itu.
Bahkan saat kambuh, korban sering mengamuk di rumahnya. Korban membanting-banting barang hingga berteriak tidak karuan ketika mengingat peristiwa yang dialaminya.
"Dia kalau sudah kumat suka pukul-pukul burungnya," pungkasnya.
(mei/ndr)











































