"Anak saya diperkosa 4-5 orang, mana gurunya kok gak bisa cari (pelaku-red). Anak ke toilet lama, bagaimana gurunya tidur? Jengkel saya, tidak ada permintaan maaf dari sekolah," tutur sang Bunda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Bahkan menurutnya, ketika anaknya keluar begitu lama untuk pergi ke toilet, tidak ada upaya guru untuk mencari anaknya saat itu.
"Bahkan ibu Lusi (asisten guru) bilang anak kalau keluar 5 menit tidak masuk lagi (ke kelas-red), dicari. Ini mana? Buktinya 5 orang mengerjai satu anak itu butuh waktu yang lama," cetusnya dengan kesal.
"Bahkan dia pun tidak ada meminta maaf," tambahnya.
Menurutnya lagi, guru seharusnya bertanggung jawab atas kekerasan seksual yang terjadi di dalam lingkungan sekolah. Kata dia lagi, guru adalah orang yang paling dekat dengan murid yang seharusnya paling peka terhadap murid-muridnya.
"Ini mana anak saya keluar begitu lama kok nggak curiga, kok nggak dicari," tambahnya.
Bunda korban juga menuding peristiwa yang menimpa putranya itu adalah kesalahan pihak JIS, bukan ISS selaku outsourching yang mempekerjakan para tersangka sebagai petugas cleaning service di sekolah.
"Tidak ada hubungannya dengan ISS karena ini terjadi di sekolah. Ya sekolah itu salahnya kecolongannya itu. Kalau ISS tidak salah, pekerjanya yang salah. Mana itu CCTV sekolah?," pungkasnya.
(mei/ndr)











































