"Itu kosan bareng-bareng. Di paparan yang dikasih dalam jumpa pers tadi ada alamatnya. Mereka (Korban dan pelaku-red) kosnya gabungan, rata-rata mereka adalah dari Sumatera Utara semuanya," jelas Kapuskom Kemenhub JA Barata saat dikonfirmasi, Senin (28/4/2014).
Yang lebih mengejutkan, saat tim dari Kemenhub ikut mengantarkan ke rumah duka, diperoleh informasi bahwa korban dan pelaku ada yang memiliki hubungan kekerabatan.
"Jadi saya kasih tahu ya, ketika kita antar sampai ke Medan ke rumah duka, antara pelaku dan korban ternyata ada yang hubunagn saudara. Ada yang orang tuanya satu kantor antara pelaku dan korban," terang Barata.
"Jadi kita enggak ngerti logikanya, kenapa mereka sampai seperti itu. Silahkan digali dari sisi humanisnya," tambahnya.
Dimas meninggal dunia karena dianiaya pada Jumat (25/4). Ada luka lebam dan benda tumpul di kepala korban. Pihak kepolisian kini sudah menahan 7 pelaku yang diduga menganiaya.
(ros/ndr)











































