SBY: Pembajakan di Selat Malaka Merisaukan
Rabu, 15 Des 2004 23:31 WIB
Yogyakarta - Kasus perampokan dan pembajakan laut di Selat Malaka saat ini sudah merisaukan.Pasalnya, banyak negara yang menggunakan lintasan alur perairan strategistersebut.Hal itu dikatakan SBY saat memberikan pidato sambutan puncak Peringatan Hari Nusantara 2004 di Lapangan Paseban di Kabupaten Bantul Yogyakarta, Rabu (15/12/2004).SBY meminta agar aparat menindak tegas para pelaku perampokan laut dan pembajakan serta meingkatkan patroli keamanan di laut terutama dibatas-batas perairan dengan negara tetangga. Sebab kasus perampokan dan pembajakan di luat itu sama halnya seperti menghadapi korupsi dan pencurian kayu yang telah merugikan keuangan negara.Turut hadir dalam acara itu antara lain Menteri Perikanan dan kelautan Freddy Numberi, Menteri Kehutanan MS Ka'ban, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Idham Samawi.Menurut dia, hal itu akan lebih buruk lagi bila ada anggapan dari masyarakat bahwa keadaan seperti itu sengaja diciptakan agar persekongkolan antara aparat dengan penjahat terus berlangsung aman.Ia juga meminta agar tidak boleh membiarkan kekayaan laut Indonesia itu dicuri dan dirampok orang lain. Jangan dibiarkan para penyelundup dengan leluasa membawa masuk-keluar barang-barang tanpa prosedur membayar pajak dan bea cukai."Hal itu tidak boleh terjadi. Jangan sampai kita tidak berdaya menghadapi pencuri, perampok maupun penyelundup," ujar SBY.Sebagai negara yang berdaulat secara politik, dia meminta agar kedaulatan di laut untuk dijaga karena Indonesia mempunyai potensi kekayaan laut yang tak ternilai harganya. "Laut harus dijaga dan diolah dan jangan biarkan laut menjadi kotor oleh polusi," imbuhnya.Untuk menegakkan kedaulatan di laut kata SBY perlu ditegakkan hukum secara konsisten. Meski disadari saat ini ada aturan-aturan hukum yang tumpang tindih, terutama dalam penyelenggaraan kewenangan hukum dilaut. "Ini harus diselesaikan dan perlu diciptakan penegakan hukum dilaut yang lebih efektif," tegasnya.Sebagai negara maritim terbesar kata SBY, sudah selayaknya membangun indsutri maritim. Sebab sangatlah janggal bila Indonesia yang punya laut yang luas dan kaya sumber ikan tapi sumbangan bagi pendapat basional bruto hanya sekitar 3 persen saja."Ini berarti ada potensi besar yang belum kita gali dan kita perlu mengembangkan industri kemaritiman yang berbasis kerakyatan," katanya.Diakhir sambutannya di meminta semua pihak ikut menjaga laut dari segala kerusakan dan pencurian. "Jangan biarkan pengeboman terumbu karang terus berlangsung. Jangan biarkan laut kita jadi tempat pembuangan sampah seperti selama ini terjadi. Namun jadikanlah laut menjadi ajang wisata bahari sehingga mampu memberikan sumbangan penting bagi perekonomian bangsa," demikian Susilo Bambang Yudhoyono.
(dit/)











































