Bentrok Antar Warga Landa Maluku, Tujuh Luka-Luka

Bentrok Antar Warga Landa Maluku, Tujuh Luka-Luka

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 22:00 WIB
Jakarta - Terjadi bentrok antara warga desa Hitu Messing dan desa Hitu Lama Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Tujuh warga mengalami luka-luka, empat diantaranya terkena lemparan bom molotov, sementara tiga lainnya terkena lemparan batu.Lima orang korban dilarikan ke RSU Alfatah Ambon untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban belum dapat diketahui.Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau lease, AKBP Leonidas Braksan kepada detikcom, Rabu (15/12/2004) mengungkapkan, bentrok ini bermula dari kesalahpahaman antar pemuda kedua desa."Ini terjadi karena hanya salah paham kecil saja. Kemudian kami sudah menyelesaikannya. Namun tiba-tiba pada pukul 16.00 WIT ada lemparan bom Molotov yang entah arahnya darimana dan siapa yang melakukannya. Akhirnya bentrokan tak bisa dihindarkan," tutur Leonidas.Untuk mengantisipasi merembetnya bentrokan itu, pihaknya telah menurunkan dua peleton brimob. "Tadi sore kami sudah turunkan dua peleton brimob untuk mengamankan situasi dan membuat garis demarkasi antar kedua desa," tambahnya.Kendati demikian, pihaknya sudah dapat mengendalikan situasi kedua desa. "Kami sudah melakukan pertemuan bersama antar kedua tokoh masyarakat, alim ulama dan pemuda kedua desa," kata dia.Hasil pertemuan itu lanjut Leonidas, disepakati untuk memuat garis demarkasi. "Jadi jika ada warga yang berani melanggar kesepakatan itu atau melewati garis demarkasi yang telah dibuat, kami tidak segan-segan untuk menindak tegas," ujarnya.Menyikapi bentrokan warga tersebut, Gubernur Maluku Alberth Karel Ralahalu kepada detikcom mengatakan, dirinya telah meminta wakil gubernur Maluku, Abdullah Latuconsina dan Kepala Staf Kodam XVI Pattimura, untuk melihat langsung situasi di lokasi. "Saat ini Wagub dan Kasdam sudah turun langsung ke dua desa untuk melakukan pendekatan sehingga bentrok tidak lagi merembet," demikian Alberth Karel Ralahalu. (dit/)


Berita Terkait