Namun menurut Ketua DPP Gerindra Pius Lustrilanang, Prabowo berjiwa besar. Tak lagi mengungkit sakit hatinya dipecat oleh Jenderal (Purn) Wiranto yang menjabat sebagai Pangab pada tahun 1998 silam.
"Ya, Pak Prabowo memang dari dulu berjiwa besar. Dia mau menemui musuh-musuh dalam tanda kutip di zaman Orba," kata Pius kepada detikcom, Minggu (27/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mau datang ke tempatku, merangkul saya dan Desmon, itu kan salah satu bentuk kebesaran jiwa. Kalau dengan saya, Desmon, dan kawan-kawan saja berjiwa besar pasti dengan Pak Wiranto juga beliau begitu," puji Pius.
Pius berpandangan dalam politik tidak ada musuh yang abadi, juga tak ada teman yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan untuk mencari solusi pemimpin Indonesia ke depan.
"Dalam politik itu segala kemungkinan, tidak ada teman yang abadi, tidak ada lawan yang abadi," katanya.
(van/nrl)











































