"Hal ini akan memberikan dampak baik pada image dari Direktorat Pemasyarakatan dan lebih bermartabat," kata Amir di halaman gedung Ditjen Pemasyarakatan di Jalan Veteran 11, Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2014).
Selain itu Amir mengingatkan tentang pentingnya peningkatan pelayanan Pemasyarakatan kepada bangsa dan negara. Menurutnya kemajuan teknologi dan peningkatan gaya hidup masyarakat membuat masyarakat semakin kritis.
Amir juga mengatakan pengaruh negatif pembangunan tak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga berdampak pada tingkah laku anak. Pada bulan Maret 2014 jumlah anak yang terdaftar melakukan tindak kejahatan berjumlah 3.323. Hal ini menurut Amir telah menggambarkan kejahatan oleh anak dalam level mengkhawatirkan.
"Diperlukan penanganan serius ke anak dari orang tua, lingkungan dan hukum sehingga anak dapat kembali ke lingkungan sosial secara wajar," ucapnya.
Upacara peringatan tersebut mengusung tema 'Dengan Tahun Emas, Kita Wujudkan Pemasyarakatan yang Inovatif dan Bersih'. Hadir pula dalam acara ini Wamenkum HAM Denny Indrayana, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Handoyo Sudrajat dan 300 anggota Ditjen Pemasyarakatan.
Dalam acara ini diumumkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan terbaik oleh Menkum. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Yogyakarta mendapatkan penghargaan sebagai Lapas terbaik 2014, Rumah tahanan (rutan) kelas II A Batam sebagai rutan terbaik 2014, Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas I Banjarmasin sebagai Bapas terbaik 2014, dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) kelas I Banjarmasin sebagai Rupbasan terbaik 2014.
(slm/nrl)










































