Peran Azwar pada Kasus Sodomi di JIS Masih Misterius

Peran Azwar pada Kasus Sodomi di JIS Masih Misterius

- detikNews
Minggu, 27 Apr 2014 13:40 WIB
Peran Azwar pada Kasus Sodomi di JIS Masih Misterius
Jenazah Azwar dibawa ke rumah duka di Cinere, Depok (foto:Elza/detikcom)
Jakarta - Nama Azwar (28) mendadak terdengar sebagai tersangka kasus kekerasan seksual di JIS justru ketika dia dinyatakan tewas bunuh diri oleh polisi. Padahal dalam jumpa pers beberapa jam sebelumnya, namanya tak tersebut.

Polisi menyebut Azwar bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai Porstex, saat dia izin ke toilet di sela pemeriksaan polisi terhadapnya di Mapolda Metro Jaya.

Polisi melansir, Azwar ditemukan tergeletak di toilet kantor unit Pelayanan Perempuan Anak (PPA) Mapolda Metro Jaya dan di sampingnya terdapat botol pembersih lantai dan pewangi kamar mandi yang isinya berceceran di lantai toilet, Sabtu (26/4) pukul 11.00 WIB. Azwar kemudian dilarikan ke RS Polri dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 18.00 WIB di RS Polri.

Di hari yang sama, pada pukul 15.00 WIB, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Heru Pranoto menggelar jumpa pers dengan memamerkan 5 tersangka kekerasan seksual di JIS.

Polisi mengatakan telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Namun, saat itu polisi hanya menampilkan 5 tersangka yakni Agun Iskandar, Virgiawan Amin alias Awan, Afrischa Setyani, serta dua pria yakni Syahrial dan Zainal Abidin. Tidak ada penyebutan nama Azwar sebagai tersangka. Kombes Heru Pranoto menyebut polisi masih mencari seorang pelaku. "Seorang lagi sedang kita cari," katanya.

Entah mengapa Heru menyebut tersangka keenam itu masih diburu. Sebab bila tersangka keenam itu adalah Azwar, polisi telah mengamankan Azwar ke Mapolda hari Sabtu sekitar pukul 04.00 WIB. Pencidukan Azwar ini berasal dari keterangan Kombes Rikwanto saat menjelaskan kronologi meninggalnya Azwar.

Kabar kematian Azwar sendiri baru meledak pada Sabtu malam menjelang Minggu dinihari.

Tak ayal, kemunculan nama Azwar menjadi pertanyaan, sebab dalam jumpa pers Sabtu sore polisi tidak menyebut nama Azwar dan tidak memberi keterangan terkait kondisinya yang sedang menerima perawatan intensif karena mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai. Menjelang Sabtu tengah malam, Rikwanto kemudian menyebut Azwar merupakan tersangka keenam.

Hingga kini polisi belum menjelaskan apa peran Azwar dalam kasus ini. Irfan Fahmi, pengacara Azwar yang menjemput jenazah di RS Polri Kramatjati, Minggu (27/4/2014) pagi tadi mengatakan Azwar menyangkal terlibat kasus kekerasan seksual di JIS. Hal itu diketahui Irfan saat dirinya bertemu Azwar sebelum Azwar meninggal.

"Azwar cukup percaya diri bahwa dia tidak terlibat. Dia bilang ke saya "Tugas aku tuh bukan ngurusin toilet, tugas aku membersihkan gedung dengan gondola. Kalau aku di toilet insidental saja berdasarkan penugasan, jadi saya tahu tanggal berapa aja ditugaskan di toilet. Aku tidak ada rahasia. Ini fakta apa adanya," kata Irfan yang menirukan ucapan Azwar.

Azwar merupakan salah satu pegawai outsorcing di JIS yang bertugas untuk membersihkan kaca gedung. Dari keenam tersangka, Azwar merupakan pegawai yang paling tertua di JIS. Anak kedua dari empat bersaudara ini sudah enam tahun bekerja di JIS. Keluarga menolak mengautopsi jenazah Azwar untuk mengetahui pasti kematian Azwar.

Lalu siapa buronan yang dimaksud Kombes Heru Pranoto dalam jumpa pers? Hingga siang ini Heru belum memberi jawaban. Sedangkan Rikwanto menolak menjawab. "Tanyakan ke Pak Direktur," ujarnya.


(slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads