Ihwal pemukulan itu disampaikan Dimas saat berkomunikasi dengan teman-temannya di Medan, Sumatera Utara (Sumut), termasuk Tria Harahap kawan perempuannya saat sekolah di SMA Negeri 3 Medan.
"Dia sering mengaku dipukul," kata Tria kepada wartawan di rumah duka, Jalan Selebes Gg 9, Belawan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (26/4/2014).
Tindak menganiayaan yang dilakukan senior itu bisa disebab oleh banyak hal. Baik karena terlambat, penampilan tidak rapi dan hal lainnya. Namun terutama karena posisi junior dan senior. Dimas merupakan junior, karena statusnya itu sering menerima penganiayaan.
Kendati sering dipukul, namun Dimas tidak mudah menyerah. Dia tetap berkuliah seperti biasa, hingga kemudian penganiayaan terakhir menyebabkan dia meninggal dunia, Jumat (25/4) di Jakarta.
(rul/ndr)











































