"Kota itu problem sosialnya tinggi, nah itu tidak bisa asal perintah sana perintah situ. Harus pendekatan kemanusiaan, empati, merangkul semua. Biar kota ini nyaman bagi semua, bagi masyarakat atas, menengah ke bawah, bagi ibu-ibu, bagi anak," kata Risma di sela-sela acara diskusi yang digelar BEM ITS di Surabaya, Sabtu (26/4/2014).
Risma mencontohkan, bagaimana Pemkot Surabaya merangkul anak berkebutuhan khusus. Tim Risma bergerak mencari anak berkebutuhan khusus yang kurang mendapat perhatian, lalu dididik. "Kemarin anak yang kita didik bisa pameran hasil karya seninya di Malaysia," ujarnya.
Selain itu, Risma menggunakan pendekatan kemanusiaan untuk menangani masalah penyandang masalah sosial, seperti gelandangan dan orang gila yang ternyata banyak dari luar kota yang dikirim ke Surabaya. "Mereka saya bina. Ada lembaga dan panti khusus yang menangani. Saya tidak bisa asal usir. Gelandangan dididik, bisa berkarya buat produk," ujar walikota yang meraih banyak penghargaan itu.
Menurut Risma, tanpa pendekatan kemanusiaan, susah untuk membangun kota sebesar Surabaya. "Intinya dari hati, tidak untuk kepentingan elite saja," tandasnya
(roi/ndr)










































