"Kalau saya lihat, sekilas saja sebelum dirapihin, babak belur mukanya," tutur saudara Dimas, Raidah, saat dihubungi, Sabtu (26/4/2014).
Raidah sendiri mengakui sering mendapat cerita soal kekerasan yang sering dilakukan seniornya. Namun dia enggan menjelaskan soal tindak kekerasan tersebut.
Saat menjelang weekend, Dimas memang terbiasa tinggal di rumah Raidah. Kebetulan mereka berasal dari kawasan yang sama, Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Nah, Raidah agak bingung karena Dimas tumben tidak datang. Subuhnya dia pun mendapat kabar dari salah satu rekan Dimas. Tidak percaya dengan kabar kematian itu, Raidah mencoba mencari tahu informasi lain dari rekan Dimas.
Kepastian itu akhirnya datang dari kepolisian. Dia mendapat kabar kematian Dimas sekitar pukul 06.30 WIB.
Dimas adalah mahasiswa tingkat pertama dari STIP. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata, kejadian ini terjadi di luar kampus.
Dimas beserta enam orang rekannya terlibat perkelahian dengan delapan siswa seniornya. Dimas tewas setelah mendapat penganiayaan berat dari seniornya.
(mok/trq)










































