Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat itu Vika menjemput adiknya, Maulana) di SD tidak jauh dari lokasi menggunakan motor Yamaha Mio bernopol H 3923 WR. Selain memboncengkan adiknya Vika juga membawa Ahmad umar Said (9), tetangganya.
Warga Tambakrejo Pondok RT 4 RW 9 Gayamsari itu bermaksud melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Namun tanpa disangka dari arah Timur (Surabaya) melaju kereta berkecepatan tinggi. Saat itulah bagian depan motor terhantam hingga terpental cukup jauh.
Tiga pengendara motor itu pun terpental dan menghantam bebatuan di sana. Suasana lokasi yang tadinya sepi langsung ramai ketika warga berbondong-bondong datang.
"Kondisi kampung waktu kejadian sepi, tiba-tiba korban dan motornya sudah terpental jauh dari rel," kata salah satu saksi Jupri (60) kepada polisi, Sabtu (26/4/2014).
Vika dan Maulana pingsan dengan luka di kepala. Sedangkan Said masih sadar. Ketiganya langsung dibawa warga ke RSI Sultan Agung Semarang untuk dirawat intensif. Saat ini kakak beradik tersebut masih kritis dan dalam penanganan medis sementara itu Said terlihat syok denga luka lecet dikepalanya. "Dua korban mengalami pendarahan serius di kepalanya," kata salah satu dokter RSI Sultan Agung Semarang.
(alg/aan)











































