Salah Besar Kalau Kasus Scorpion Bukan Urusan Dalam Negeri
Rabu, 15 Des 2004 18:16 WIB
Jakarta - Salah besar kalau masalah pembelian tank Scorpion bukan merupakan suap dan masalah hukum dalam negeri. Karena pembelian tank itu menggunakan anngaran negara dan bangsa indonesia mengalami kerugian yang besar. "Pemerintah harus pro-aktif dengan proses penyelidikan yang dilakukan otoritas Inggris. Yang rugi itu kita, jadi salah besar kalau ada yang mengatakan masalah suap ini bukan urusan dalam negeri, " kata Wakil Koordinator ICW Lucki Djani saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (15/12/2004).Pernyataan Djani menjawab pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, yang menyatakan masalah suap dalam pembelian tank Scorpion bukan masalah dalam negeri, tetapi masalah hukum di Inggris.Menurut Djani, Menhan Juwono seharusnya menggunakan momentum kasus pembelian tank Scorpion sebagai entry point dalam membongkar kasus-kasus pembelian senjata. "Mungkin karena bukan orang militer, membuat Menhan dalam membuat pernyataan hati-hati. Padahal seharusnya ini bisa menjadi entry point sekaligus mengontrol pembelian senjata," ujarnya.Selain itu, masalah pembelian tank Scorpion ini yang banyak dirugikan pemerintah Indonesia. "Kita yang kehilangan anggaran cukup besar dalam kasus suap ini. ita juga harus melakukan penyelidikan, karena logikanya, yang kehilangan uang Indonesia, uang kita, ekonomi kita yang rugi," katanya.Kalau nanti hasil penyelidikan di Inggris ternyata terbukti bersalah, otomatis yang di Indonesia bersalah. "Sekarang saatnya Menhan membuka kasus-kasus lama, bahkan sebelum tahun 80-an, bukan menutup-nutupi. Dan ini kan sejalan dengan agenda pemerintahan SBY-Kalla yang akan menggempur kasus-kasus korupsi," katanya.
(jon/)











































