Polisi Masih Hitung Rp 16,5 M

Kasus Bank Global

Polisi Masih Hitung Rp 16,5 M

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 18:11 WIB
Jakarta - Penghitungan uang Rp 16,5 miliar yang diduga akan dibawa lari Tan Hok Beng, karyawan Bank Global masih berlangsung. Tiga mesin penghitung uang dari Bank Indonesia (BI) dan Bank Global pun digunakan.Sekitar pukul 15.30 WIB, truk biru milik BI dengan nopol B 9640 KQ datang ke Mabes Polri Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (15/12/2004). Truk itu membawa sekitar 12 kontainer kosong untuk tempat uang, dan satu mesin penghitung uang. Sementara dua mesin penghitung uang dari Bank Global juga dibawa.Uang Rp 16,5 miliar itu ditemukan Selasa (14/12) malam berupa pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Menurut keterangan salah satu karyawan Bank Global kepada detikcom, uang itu ditemukan di salah satu lantai di Menara Global. Diduga uang tersebut akan dilarikan, karena saat ditemukan uang tersebut sudah berada di luar kantor Bank Global yang terletak di lantai 1 dan 3 Menara Global.Saat ini, juga tengah berlangsung pemilahan dokumen-dokumen Bank Global yang disita Polisi Senin (13/12) pagi. Dari ratusan dus berisi dokumen, saat ini sekitar 52 dus dokumen sudah dipilah-dipilah dan diseleksi oleh BI secara manual. Rencananya malam ini dokumen tersebut akan dibawa ke Bank Indonesia dengan menggunakan truk bernomor B 9891 HR.Hal tersebut dibenarkan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dadang Garnida. "Uang sampai sekarang masih dihitung, dan dokumen yang akan dibawa ini sudah diseleksi oleh BI untuk diamankan. Nanti akan dibuat berita acara penyerahan barang bukti. Barang bukti tersebut didapat di sebuah tempat yang diduga akan dilarikan oleh karyawan," ujar Dadang.Dari catatan detikcom, dokumen yang dibawa antara lain tiket pembukuan KPO 2004, bilyet deposito, file audit berupa dokumen-dokumen audit Bank Global Januari 2003-Desember 2003, tanda terima surat konfirmasi penempatan tahun 1997, kartu penempatan dana antar bank tahun 1992-2002, kartu angsuran pinjaman diterima 1996-2002, tanda terima konfirmasi penempatan antar bank Juli 1998-Mei 2000, Gift Voucher Agustus 2004, neraca komoditi, jurnal harian September-Oktober 2003, jurnal harian Februari-Juli 2002, jurnal harian KPO, dan lain-lain. (dit/)


Berita Terkait