Kalla Targetkan Rebut Ketum Golkar Secara Aklamasi
Rabu, 15 Des 2004 17:53 WIB
Badung - M Jusuf Kalla, kini wakil presiden, menargetkan akan memenangkan pertempuran perebutan ketua umum Golkar secara aklamasi. Dia mengaku sudah mengantongi 28 suara dari 36 suara yang memiliki hak memilih. Hal ini disampaikan Kalla kepada wartawan dalam jumpa pers di Puri Kencana III, Hotel Intercontinental, Jl. Uluwatu, Jimbaran, Badung, Bali, Rabu (15/12/2004). Dalam jumpa pers itu, Kalla didampingi Surya Paloh, Agung Laksono, dan Fahmi Idris. "Suara di Munas berjumlah 36 suara. Kalau 28 suara sudah sepakat, dapat dikatakan sudah dapat dicapai cara-cara musyawarah dalam mufakat yang lebih cepat," kata Kalla. Pada kesempatan itu, Kalla menyampaikan paket yang ditawarkannya dalam kepemimpinan Golkar. Kalla sebagai ketua umum, Agung Laksono sebagai wakil ketua umum, dan Surya Palog sebagai ketua dewan penasihat. Komposisi paket Kalla ini melenceng dari tradisi selama ini. Jabatan wakil ketua umum tidak pernah dipakai Golkar. Saat ditanya mengenai struktur pimpinan Golkar versinya ini, Kalla tidak mengkhawatirkan tumpang tindih tugas ketua umum dan wakil ketua umum. "Yang ada sekarang ini ketua umum. Tentunya dicapai untuk punya tugas, ada understanding, yang sesuai dengan waktu dan urgensi, tentunya nanti juga disesuaikan AD/ART," kata Kalla. Jawaban Kalla ini memang kurang jelas, apa maksudnya. Ditanya lagi tentang kekhawatiran dirinya bila terpilih sebagai ketua umum Golkar akan mengakibatkan conflict of interest, karena dirinya sebagai wapres, Kalla menampiknya. "Sikap kami sebagai pemimpin Golkar dan pemimpin negara harus objektif. Tidak berarti ada conflict of interest. Ini bukan hal yang baru. Banyak pemimpin-pemimpin yang aktif dalam pemerintahan," jelasnya.
(asy/)











































