"Pada parkir di pinggir jalan, bikin macet. Tapi petugas kami sudah menghimbau mereka agar tertib supaya tidak mengganggu arus lalu lintas," ujar Bripka Dedi Sunardi, petugas Polsek Cilandak yang dihubungi detikcom, Kamis (24/04/2013) malam.
Dedi mengatakan bahwa sejumlah petugas dari jajarannya memantau lokasi tersebut sesering mungkin. Hal tersebut dimaksudkan agar lokasi tetap kondusif walaupun ramai didatangi orang.
"Ya kami terus memantau," ujar Dedi.
Puluhan hingga seratusan orang memang ramai mendatangi lokasi karena penemuan batu yang dipercayai batu mulia tersebut sejak Jumat minggu lalu, bahkan seorang warga setempat bernama Ebi mengatakan para pencari batu mulia itu tak kenal waktu, "Semalem aja sampe jam setengah 4 pagi saya denger masih ada yang ngetok-ngetokin batu pake palu," ungkap Ebi ketika dikonfirmasi terpisah.
Supaya lokasi kembali normal pihak kepolisian setempat berencana untuk memindahkan batu yang ramai dicari orang itu. "Kita sudah koordinasi dengan kelurahan Pondok Labu untuk diangkat itu batunya supaya tidak mengganggu lagi," jelas Bripka Dedi. Meski begitu pihak Polsek Cilandak belum tahu kapan tepatnya batu tersebut akan dipindahkan.
Pihak Polsek Cilandak sebelumnya memastikan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat batu mulia. "Itu batu taman, sama yang punya dikubur kayaknya," jelas Kapolsek Cilandak Kompol Sungkono saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/4/2014).
Nah, batu taman tentu aneka warna. Karenanya, lanjut Sungkono, banyak warga yang salah kaprah. "Itu sampai macet nggak jelas di sana," terang Sungkono
(fjr/fjr)











































