4 Nelayan di Medan Tewas Keracunan Gas di Dalam Palka Kapal

4 Nelayan di Medan Tewas Keracunan Gas di Dalam Palka Kapal

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2014 22:43 WIB
Medan - Empat orang nelayan Belawan meninggal dunia karena terjebak di dalam palka kapal ikan saat sedang melaut di Selat Malaka. Untuk memastikan penyebab pasti kematian, seluruh jenazah dibawa ke rumah sakit guna diotopsi.

Jenazah para korban tiba di Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Jalan HM Yamin Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (24/4/2014) sekitar pukul 19.00 WIB. Masing-masing dikenal sebagai Iyan (55), Syafrizal (27) dan Supriadi (17) yang merupakan ayah, anak dan menantu, serta Syamsul Bahri Saragih (30). Seluruhnya warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, keempat korban merupakan nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Motor (KM) Selamat GT 29 No 821. Kapal itu berpangkalan di Belawan, Medan. Sekitar 13 hari lalu kapal itu berangkat mencari ikan, lantas insiden itu terjadi Kamis pagi tadi sekitar jam 10.00 WIB, dua hari sebelum jadwal pulang.

Salah seorang ABK Muslim Nasution menyatakan, bermula ketika salah seorang ABK terjatuh ke dalam palka yang berisi ikan hasil sortiran yang mulai membusuk. Dalam upaya membantu ABK yang jatuh itu, Syafrizal, Supriadi dan Syamsul Bahri Saragih masuk ke dalam palka dan berhasil mengeluarkan ABK yang semula jatuh itu.

β€œYang ditolong pertama sudah bisa naik ke atas,” kata Muslim di RSU Pirngadi.

Belakangan ketiga orang yang membantu itu tidak bisa keluar lagi. Mengetahui anak dan menantunya tidak bisa keluar, Iyan yang kemudian masuk ke dalam palka. Hingga akhirnya keempatnya terjebak di dalam palka dan seluruhnya meninggal dunia. Dugaan sementara, palka tersebut dipenuhi gas beracun yang bersumber dari ikan busuk yang ada di palka kapal.

Para korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari palka dalam keadaan meninggal dunia. Seterusnya kapal kembali ke Belawan setelah menempuh sekitar enam jam perjalanan. Polisi yang mendapati laporan ini segera melakukan identifikasi, seterusnya jenazah para korban dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

(rul/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads