Penjelasan Kepsek Soal Prosedur Rekrutmen Pengajar dan Staf di JIS

Penjelasan Kepsek Soal Prosedur Rekrutmen Pengajar dan Staf di JIS

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2014 22:35 WIB
Penjelasan Kepsek Soal Prosedur Rekrutmen Pengajar dan Staf di JIS
Timothy Carr (detikcom/Septiana)
Jakarta - Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik menyusul adanya kasus kekerasan seksual terhadap muridnya. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa sekolah dengan standar internasional seperti JIS bisa 'lalai' dalam mempekerjakan stafnya.

Kepala Sekolah JIS Timothy Carr menjelaskan bagaimana sebenarnya prosedur rekrutmen yang diterapkan oleh JIS. Timothy mengklaim penyaringan calon guru dan staf JIS sangat ketat.

"Kami memiliki standar screening yang tinggi dan kemungkinan kami punya, seperti mengecek track record guru yang akan bekerja di sekolah kami. Misalnya, dia sebelumnya bekerja di sekolah mana. Kita sangat percaya diri dengan hasil screening itu. Mereka akan membantu kita," ucap Timothy saat ditemui wartawan di kompleks JIS, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2014),

Timothy menegaskan, pemeriksaan semacam itu akan membantu dalam membentuk sistem keamanan. "Untuk memastikan semua baik-baik saja. Karena adanya standar yang tinggi sistem keamanan kita," ucapnya.

Untuk guru, Timothy menjelaskan, bahwa JIS menyaring calon guru dari 25 negara karena JIS melihat pasar internasional. Begitu ada surat lamaran kerja yang masuk, lanjut Timothy, JIS akan mempelajarinya satu persatu.

"Banyak surat lamaran kerja untuk berbagai macam posisi. Kami menyimpan data yang sudah masuk dan cek background dari guru tersebut," jelasnya.

"Kami juga menelepon orang yang melamar kerja dan memastikan via telepon bahwa apa yang ditulis itu memang benar. Dalam telepon itu mengenai integritas dan skill guru tersebut. Kami ingin tahu apakah yang bersangkutan ada masalah sebelumnya, dan kami ingin tahu standar mereka," tambah Timothy.

Begitu ada pelamar yang memenuhi syarat dan kemudian diputuskan untuk diterima bekerja di JIS, Timothy menegaskan, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kandidat tersebut, termasuk pada catatan kesehatannya.

"Kami juga mengecek polis asuransi, medical screening untuk memastikan kesehatan dan itu prosesnya," terangnya.

Terakhir, Timothy menyatakan, ada total 300 guru di JIS saat ini. Dia yakin proses penyaringan dan pemeriksaan yang dilakukan JIS dalam merekrut guru dan staf berjalan baik.

"Kami percaya proses tersebut berjalan sukses," tandasnya.

(nvc/fjp)


Berita Terkait