"Aparat di Malaysia mencurigai 3 awak kapal itu sebagai bagian dari perampok pembajak. Ini yang sedang kita dalami, karena memang ada dugaan ke arah sana," kata Wakil Dubes RI untuk Malaysia Harmono di Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2014).
Harmono mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan pihaknya dan aparat Malaysia mencurigai 3 ABK WNI itu. Salah satunya adalah lokasi penyekapan yang berbeda dengan awak kapal lainnya.
"Kemudian ada orang Thailand yang juga salah 1 awak di sana, melihat bahwa kapten kapal itu berbicara dengan pembajaknya, seperti kenal," kata Harmono.
Di samping itu, aparat Malaysia menemukan kerusakan alat komunikasi kapal. Sementara menurut para ABK, yang bisa mematikan alat komunikasi hanya awak kapal.
"Hanya orang yang sudah sangat familiar dengan sistem komunikasi kapal tersebut yang bisa mematikannya dan ini sekarang mereka ikut menghilang," papar Harmono.
Menurutnya, dari kesaksian salah seorang ABK, 3 WNI tersebut pergi bersama dengan 2 speed boat yang menghilang. Sehingga kecurigaan keterlibatan ketiganya semakin menguat.
"Jadi memang mengarah ke sana (keterlibatan WNI)," tutupnya.
(kff/fjr)










































