Soal Guru Paedofil, Kepsek JIS Akui Sulit Periksa Latar Belakang Pengajar

Soal Guru Paedofil, Kepsek JIS Akui Sulit Periksa Latar Belakang Pengajar

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2014 20:55 WIB
Soal Guru Paedofil, Kepsek JIS Akui Sulit Periksa Latar Belakang Pengajar
Timothy Carr (dok. detikcom)
Jakarta - Mantan guru Jakarta International School (JIS) terjerat kasus paedofilia yang tengah diselidiki Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Untuk pertama kalinya, Kepala Sekolah JIS Timothy Carr menanggapi hal ini.

Ditemui wartawan di dalam komplek JIS, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2014), Timothy mengakui bahwa pihaknya akan membantu penyelidikan atas kasus yang menjerat mantan guru JIS yang bernama William James Vahey.

"Kami mendapatkan informasi dari Venezuela dan kami memberitahu FBI setelah kita mempelajari kasusnya mengenai tersangka (Vahey) dan akan tetap bekerjasama untuk investigasi itu," tuturnya.

Vahey diketahui mengajar di JIS selama 10 tahun, pada tahun 1992-2002, sebagai guru Ilmu Sosial. Sebelum menjadi guru di JIS, Vahey pernah terjerat kasus kekerasan seksual di AS namun tetap diterima menjadi guru.

Menurut Timothy, proses penerimaan guru di JIS beberapa tahun yang lalu memang tidak seketat saat ini. Dia juga mengaku, tak bisa banyak komentar karena kasus tersebut terjadi ketika dirinya belum menjadi Kepala Sekolah JIS.

"Sangat sulit menjawabnya, di tahun itu karena sudah 23 tahun lalu. Di tahun itu lebih sulit untuk mengecek background-nya. Saya sulit mengatakannya, karena saat itu saya tidak menjadi Kepsek, masih bekerja di sebuah kementerian dan organsisasi lain atau di sekolah lain," jelasnya.

"Sejarahnya (Vahey-red) dia sulit dicek, karena itu sudah lama. Berbeda dengan saat ini yang sudah lebih mudah untuk mengecek seseorang melalui intenet," imbuh Timothy.

Ditanya mengenai hubungan dengan Vahey, Timothy mengaku pernah bertemu satu kali, namun tidak tidak mengenal baik. "Pernah kerja bareng sama istrinya. Dia (istri Vahey) adalah direktur organisasi internasional pendidikan. Istrinya bukan orang Indonesia," tandasnya.

(nvc/fjp)


Berita Terkait