"Amali mengatakan saya mendapat SMS dari Pak Akil, yang mengatakan Jatim agak gawat," kata Idrus bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Dalam pertemuan di ruang fraksi Golkar di DPR pada akhir September 2013 itu, Idrus meminta agar SMS itu tidak ditanggapi. Alasannya pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang juga diusung Golkar sudah dinyatakan menang Pilgub.
"Karena itu maka apa yang terkait ada SMS itu ya nggak usah ditanggapi," sebutnya.
Idrus mengatakan Amali tidak memperlihatkan SMS dari Akil. "Hanya pembicaraan yang mengatakan Jatim gawat," imbuhnya.
Menurut Idrus, adanya SMS ini tidak dibahas resmi oleh partainya. "Sama sekali tidak," ujar dia.
"Amali menyampaikan permintaan uang?" tanya jaksa. "Tidak ada," jawab Idrus.
(fdn/fjr)











































