Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/4/2014), bentrokan itu diawali penyerangan terhadap posko FBR di Jalan Raya Bojongsari yang dilakukan oleh ormas PP.
Ada sekitar 50 orang menggunakan sepeda motor sebanyak 25 unit yang menyerang posko itu. Penyerangan itu mengakibatkan kerusakan pada posko FBR, 3 unit motor milik ormas FBR dan korban 1 orang luka Irfan Manzia.
"Korban mengalami luka di bagian kepala, tangan kiri, bahu dan sementara masih ditangani oleh pihak RSUD," jelas Rikwanto.
"Sementara dari pihak pelaku dari Pemuda Pancasila sebanyak 12 orang telah diamanakan di Polsek Sawangan," tambah Rikwanto.
Menurut Rikwanto keributan itu dipicu dari konvoi massa pemuda pencasila Pamulang sekitar 50 orang menggunakan sepeda motor. Mereka bermaksudingin menanyakan kasus penganiayaan dan pencurian ke Polsek Sawangan.
"Di mana ketika sedang berhenti di depan Polsek Sawangan telah bertemu dengan anggota FBR. Melihat itu anggota FBR lari sehingga dikejar sampai Posko FBR yang ada di Bojongsari, karena kebetulan di Posko FBR ada salah seorang anggota FBR, tanpa basa-basi langsung dibacok dengan menggunakan golok sehingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan," urai Rikwanto.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan para pelaku setelah melakukan penganiayaan lagsung mengarah ke Pamulang, kemudian dikejar oleh anggota Reserse Polres Depok dan Polsek Sawangan, dan kemudian diamankan 12 orang dari PP.
"Sudah dilakukan memanggil kedua tokoh ormas yang bertikai supaya persoalan tidak meluas dan memerintahkan anggotanya untuk tidak ada lagi yang bersengketa," tutup Rikwanto.
(mei/ndr)











































