"Masak memimpin 250 juta, Presidennya klemar-klemer. Ya jangan dong. Itu tadi, intelek, tegas, bersih, adil, sehat fisik dan jasmani," kata Said di sela-sela acara Harlah ke-64 Fatayat NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (24/4/2014).
Said menyebut selama ini, Indonesia memiliki presiden-presiden yang berkualitas. Dari era Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono dianggapnya punya kelebihan dalam memimpin negara. "Soekarno pintar, Soeharto lumayan, Gus Dur pintar, SBY pintar, BJ Habibie apa lagi," sebutnya.
Disinggung kandidat calon presiden dari NU, dia enggan menjawab. Namun, yang pasti selain lima kriteria tadi, seorang capres harus mengerti kondisi kebutuhan rakyat, menyelamatkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, memiliki ideologi politik dan budaya yang tidak mudah didikte pihak lain.
"Jangan sampai didikte sama orang yang mau mendikte. Bukan hanya geografis, tapi budaya dan politik juga harus diselamatkan. Pokoknya menyelamatkan keutuhan NKRI," katanya.
Lanjutnya, diakui Said kalau sejumlah bakal capres sudah bersilaturahmi dengan PBNU. Salah satunya seperti Mahfud MD yang direncanakan bertemu dengannya sore ini. Tapi, dia enggan menyebut kalau PBNU memilih nama tertentu sebagai capres atau cawapres.
"Ada ada, ya tapi rata-rata minta doa restu aja," kata pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 itu.
(hat/rmd)











































