"Dulunya di sana bekas rumah punya orang keturunan China asal Solo. Jadi dia bawa batu taman dari Klaten dan Wonogiri, Wonosari. Di sana banyak itu batu yang seperti itu," ujar Mardi (50), warga Jalan Bango kepada detikcom, Kamis (24/4/2014).
Mardi yang tinggal di kawasan itu sejak tahun 1990 sudah mengetahui lokasi penemuan batu tersebut lama sebelum rumah itu dibangun.
"Kalau rumahnya sih dibangun sekitar tahun 1995-1996. Jadi waktu itu batu tamannya buat hiasan sama kamar-kamar dan untuk resapan air. Jadi kalau tamannya dikasih lampu kan batunya bersinar," jelas Mardi tertawa.
Rumah tersebut akhirnya terbengkalai karena daerah itu terkena penggusuran pemerintah untuk pembangunan jalan tol. Bertahun-tahun tak terjamah tangan manusia, kawasan tersebut akhirnya dipenuhi pepohonan dan semak-semak yang rimbun.
Penemuan batu yang dipercayai sebagai bebatuan mulia dimulai pada Jumat pekan lalu. "Tapi simpang siur deh siapa yang nemuin pertama. Ada tukang ukur jalan, tukang gali kabel, sopir taksi. Yang jelas sudah seminggu ini disana ramai terus," ungkap Mardi.
Hingga pukul 14.45 WIB, warga dari berbagai derah masih berduyun-duyun untuk mengambil batu tersebut. Beberapa ada yang membawa palu, godam, karung plastik, bahkan sengaja datang dengan kendaraan bak terbuka untuk mengambil 'batu mulia' tersebut.
(rni/ndr)











































