"Ya, kalau barang palsu kan banyak orang, yang kadang-kadang kita, juga tertarik. Kalau ke Hong Kong ada saja barang temuan seperti itu," kata Amir menjawab pertanyaan wartawan di sela acara peringatakan dini Hari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke-14 di lapangan Direktorat HKI, Jalan Daan Mogot KM 24, Tangerang, Kamis (24/4/2014).
Bahkan Amir mengaku sebelum dirinya menjadi menteri dia juga tergoda pada barang palsu. "Barang seperti itu hanya sekadar sekali pakai," ucapnya.
Saat ditanya soal pejabat TNI yang mengenakan barang palsu, Amir menjawab, "Siapa itu, saya tidak lihat langsung. Jangan paksa saya untuk komentar." ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Ahmad M Ramli mengungkapkan barang palsu bisa didapatkan di mana saja. Peredaran barang aspal tumbuh subur karena jumlah peminatnya juga banyak dan harganya yang lebih murah.
""Di Indonesia ini problemnya ekonomi masyarakat," ucap Ahmad.
(slm/nrl)











































