"Itu salah itu, (petugas) yang ngarahin salah. Harusnya Pak Suryadharma konferensi pers dulu di sana," kata Waketum PPP Suharso Monoarfa di lokasi Mukernas, Hotel Seruni III, Cisarua, Bogor, Kamis (24/4/2014).
Memang ketika datang, protokoler langsung mengawal ketat SDA yang dikerubungi wartawan untuk masuk ke ruang Mukernas. Saat itu, SDA diarahkan duduk di sebuah kursi di ujung kanan di ruangan rapat seolah-olah SDA sebagai pesakitan.
Menurut Suharso, SDA harusnya duduk di barisan depan bersama petinggi PPP lainnya. Suharso menuturkan, hal itu malah memunculkan pandangan bahwa Mukernas 'menghukum' SDA.
"Harusnya langsung duduk di depan. Jadi itu interpretasinya jadi kemana-mana kan," jelasnya.
SDA yang datang tanpa mengenakan jas kebanggaan PPP itu hanya terdiam dan sesekali tersenyum. Tidak lama setelah SDA duduk, Sekjen PPP Romahurmuziy datang menghampiri.
Setelah itu, SDA dipersilakan duduk di meja sidang. Namun, awak media tidak diperkenankan meliput apa yang diucapkan SDA karena rapat berlangsung tertutup.
(dha/mad)











































