TNI AD Bantu Pembangunan di 93 Desa se-Indonesia dan Sosialisasikan KB

TNI AD Bantu Pembangunan di 93 Desa se-Indonesia dan Sosialisasikan KB

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2014 11:33 WIB
TNI AD Bantu Pembangunan di 93 Desa se-Indonesia dan Sosialisasikan KB
KSAD Jenderal Budiman (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Budiman menyebut ada 93 desa dari seluruh provinsi di Indonesia menjadi sasaran dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-92 selama 21 hari yang dimulai 21 Mei sampai 10 Juni 2014.

"Keinginan masyarakat untuk desanya dimulai dibangun dari daerahnya langsung kemudian kita bawa ke atas untuk dijadikan prioritas. Ada 93 desa hampir dari seluruh provinsi," kata Budiman di acara pembukaan Rakornis TMMD ke- 92 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (24/4).

Budiman mengatakan program TMMD untuk meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan untuk desa tertinggal di berbagai daerah seperti misalnya Deli Serdang, Aceh, Kutai Kalimantan. Di sektor pembangunan fisik yaitu menjadi program untuk rehabilitasi sarana prasarana yang rusak di daerah karena terkena bencana alam. Selain itu, berbagai pembangunan infrastruktur seperti jembatan, irigasi, rumah hingga kantor juga menjadi sasaran.

Adapun untuk pembangunan nonfisik memang diarahkan lebih ke arah keluarga berencana sehingga menggandeng BKKBN. Sejak program ABRI masuk desa (AMD), menurutnya BKKBN selalu ikut serta terkait pembangunan di daerah.

Dia merincikan untuk pembangunan fisik antara lain pembangunan jalan sepanjang 186.171 meter, jembatan sebanyak 109 unit, irigasi sepanjang 15.400 meter, pembangunan gorong-gorong 215 unit, merenovasi rumah tidak layak huni sebanyak 120 unit hingga pipa air bersih sepanjang 1350 meter. Setiap desa yang dipilih sudah ditentukan dari pengamatan masing-masing Kodim dan Koramil di daerah. Adapun target lain pembangunan non fisik adalah meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di masyarakat daerah pedesaan, kesadaran bela negara, serta penegakan hukum.

"Desa-desa yang miskin, terpencil sebelum pra TMMD sudah diteliti untuk kemudian dipilih. Kita benar-benar melihat dari bawah. Bisa sebulan sebelumnya atau lebih lama lagi untuk pra TMMD," ujar jenderal bintang empat itu.

Budiman menambahkan untuk mendukung program TMMD, pihaknya bakal mempersiapkan 9.300 prajurit dari 93 SSK. Anggaran yang disiapkan dalam program ini ditaksir mencapai Rp 77 miliar. Menurutnya, karena sasaran untuk daerah-daerah terpencil bisa ada kendala untuk masuk aksesnya.

Namun, dengan bantuan alutsista TNI AD yang sudah mencukupi bakal membantu kesulitan ini. Belum lagi, bantuan positif dari masyarakat setempat yang biasa bekerjasama dengan prajurit TNI AD. Dia menyebut kegiatan TMMD ke-92 berlangsung selama 21 hari dimulai 21 Mei sampai 10 Juni 2014 dengan pelaksanaan tersebar di 61 kabupaten/kota, 71 kecamatan di 93 desa di seluruh Indonesia.

"Untuk anggota prajurit kalau kurang nanti bisa ditambah lagi. Tergantung kondisinya nanti di setiap daerah," katanya.

Dalam acara ini, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman didampingi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Fasli Jalal membuka secara resmi pelaksanaan rapat koordinasi teknis (Rakornis) TMMD ke-92.

(hat/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads