Caleg-caleg Incumbent yang Kandas di Tanah Kelahiran

Caleg-caleg Incumbent yang Kandas di Tanah Kelahiran

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2014 11:12 WIB
Caleg-caleg Incumbent yang Kandas di Tanah Kelahiran
Dok Detikcom
Jakarta - Berdasarkan rekapitulasi di KPUD, sejumlah caleg incumbent gagal kembali ke Senayan. Padahal mereka bukan caleg drop-dropan, tapi asli dari daerah pemilihan tersebut. Siapa saja mereka? Apakah mereka tidak dikenal di tanah kelahiran?

Dok Detikcom

1. Roy Suryo

Nama panjang berikut gelarnya adalah Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo. Nama populernya Roy Suryo. Dia lahir di Yogyakarta, 18 Juli 1968.

Roy Suryo dikenal sebagai pakar telematika. Kemudian beberapa tahun terakhir, ia masuk ke Senayan melalui Partai Demokrat. Kini menjadi Menpora.

Pada pemilu 2014, Roy Suryo maju dari Daerah Pemilihan Yogyakarta. Suara Roy Suryo kalah dibanding Ambar Tjahyono. Dalam rekapitulasi, 8 kursi DPR di dapil tersebut bakal diisi wajah baru. Hanya 2 incumbent yang kembali ke Senayan yakni Ambar Tjahyono (Demokrat) dan Agus Sulistiyono (PKB).

1. Roy Suryo

Nama panjang berikut gelarnya adalah Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo. Nama populernya Roy Suryo. Dia lahir di Yogyakarta, 18 Juli 1968.

Roy Suryo dikenal sebagai pakar telematika. Kemudian beberapa tahun terakhir, ia masuk ke Senayan melalui Partai Demokrat. Kini menjadi Menpora.

Pada pemilu 2014, Roy Suryo maju dari Daerah Pemilihan Yogyakarta. Suara Roy Suryo kalah dibanding Ambar Tjahyono. Dalam rekapitulasi, 8 kursi DPR di dapil tersebut bakal diisi wajah baru. Hanya 2 incumbent yang kembali ke Senayan yakni Ambar Tjahyono (Demokrat) dan Agus Sulistiyono (PKB).

2. Ruhut Sitompul

Siapa tak kenal Ruhut Sitompul? Wajahnya kerap tampil di layar kaca dan media massa baik sebagai pengacara, aktor, maupun politikus. Pada pemilu 2014, pentolan Partai Demokrat ini maju dari Dapil Sumatera Utara I meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi.

Sebenarnya, positioning Ruhut tepat. Ia memang lahir di Medan. Masa kecil pria yang terkenal dengan sebutan Poltak si Raja Minyak ini juga dihabiskan di kota tersebut. Selain itu, ia berada di nomor urut satu. Di bawahnya ada nama populer lain seperti Ramadhan Pohan, Sutan Bhatoegana, dan Wahab Dalimunthe.

Siapa sangka, Ruhut malah kehilangan tuah di tanah kelahirannya. Berdasarkan perhitungan internal Demokrat, pria kelahiran 24 Maret 1954 ini termasuk dari 19 caleg incumbent Demokrat yang gagal kembali ke Senayan.

2. Ruhut Sitompul

Siapa tak kenal Ruhut Sitompul? Wajahnya kerap tampil di layar kaca dan media massa baik sebagai pengacara, aktor, maupun politikus. Pada pemilu 2014, pentolan Partai Demokrat ini maju dari Dapil Sumatera Utara I meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi.

Sebenarnya, positioning Ruhut tepat. Ia memang lahir di Medan. Masa kecil pria yang terkenal dengan sebutan Poltak si Raja Minyak ini juga dihabiskan di kota tersebut. Selain itu, ia berada di nomor urut satu. Di bawahnya ada nama populer lain seperti Ramadhan Pohan, Sutan Bhatoegana, dan Wahab Dalimunthe.

Siapa sangka, Ruhut malah kehilangan tuah di tanah kelahirannya. Berdasarkan perhitungan internal Demokrat, pria kelahiran 24 Maret 1954 ini termasuk dari 19 caleg incumbent Demokrat yang gagal kembali ke Senayan.

3. Hajriyanto Y Thohari

Jabatan terakhir Hajriyanto Y Thohari adalah Wakil Ketua MPR 2009-2014. Politikus Partai Golkar ini lahir di Karanganyar, 26 Juni 1960. Pada pemilu 2014, ia maju dari tanah kelahirannya, yakni Dapil IV meliputi Karanganyar, Sragen, Wonogiri.

Berdasarkan rekapitulasi, perolehan suara Hajriyanto berada di bawah 2 caleg Golkar lainnya, Endang Maria Astuti dan Wihaji. Alhasil, mantan Ketum PP Muhammadiyah ini tak bisa lagi menduduki kursi di Senayan.

3. Hajriyanto Y Thohari

Jabatan terakhir Hajriyanto Y Thohari adalah Wakil Ketua MPR 2009-2014. Politikus Partai Golkar ini lahir di Karanganyar, 26 Juni 1960. Pada pemilu 2014, ia maju dari tanah kelahirannya, yakni Dapil IV meliputi Karanganyar, Sragen, Wonogiri.

Berdasarkan rekapitulasi, perolehan suara Hajriyanto berada di bawah 2 caleg Golkar lainnya, Endang Maria Astuti dan Wihaji. Alhasil, mantan Ketum PP Muhammadiyah ini tak bisa lagi menduduki kursi di Senayan.
Halaman 2 dari 8
(try/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads