"Anjingnya sudah dibunuh dan dibuang oleh masyarakat, sehingga tidak bisa diperiksa," kata DirJen P2PL Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik, Kamis (24/4/2014).
Menurut Tjandra, pihak Kemenkes juga sudah segera melakukan penanganan mencegah wabah rabies menyebar. Dilakukan pemberian vaksin anti rabies/VAR dan serum anti rabies/SAR sesuai Protap pada kasus gigitan.
"Semua kasus masih diawasi , dan sejauh ini tidak ada yang menunjukkan gejala Rabies, tapi masih akan dipantau ketat," imbuh Tjandra.
"Penyuluhan, jika digigit anjing cuci luka dgn sabun dan air mengalir, dan harus segera ke sarana pelayanan terdekat. Membuat Posko Gigitan di Puskesmas Pauh, dan sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan," terang Tjandra.
Tjandra menambahkan, hari ini dilakukan vaksinasi anjing selama 2 hari di Pauh dan akan dilakukan eliminasi anjing liar di kawasan itu.
(ndr/mad)










































