"Kita belum tahu, kita masih tunggu klarifikasi dari pihak keamanan Malaysia," ujar Jubir Kemlu RI, Michael Tene, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/4/2014).
Tene juga menyampaikan belum ada permintaan tebusan dari para perompak. Untuk itu pihaknya masih akan melakukan investigasi terkait hal tersebut.
"Belum ada informasi lainnya dan sekarang kita sedang investigasi," ucapnya.
Untuk saat ini, otoritas penanganan masih dipegang oleh Malaysia. Belum ada permintaan langsung kepada TNI AL untuk menyelidiki kasus tersebut.
Kapal tanker Naninwa Maru 1 milik perusahaan Jepang dibajak oleh perompak di Selat Malaka pada 22 April pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Kapal terebut diinformasikan mengangkut sekitar 5 juta liter solar. Diperkirakan ada 5 orang perompak bersenjata yang merampok kapal tersebut.
(rvk/sip)











































