"GAMAIS ITB akan tetap melaksanakan seminar kepemimpinan dengan pembicara dari kalangan ulama dan cendekiawan tanpa ada pembicara dari partai politik," kata Kepala Gamais ITB Ahmad Yasin Rabbani melalui akun twitter resmi Gamais ITB @GAMAISITB yang dikutip, Rabu (23/4/2014).
Yasin menegaskan diskusi dalam Islamic Leadership Festival perlu tetap digelar untuk mensyiarkan bahwa politik dan kepemimpinan adalah bagian dari bangunan Islam yang harus diperhatikan oleh umat muslim, termasuk mahasiswa muslim ITB. Gamais ITB juga akan menyampaikan dukungan persatuan umat islam dari berbagai elemen untuk menyamakan visi keumatan dan kebangsaan.
"GAMAIS ITB juga mengimbau kepada massa kampus ITB untuk tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan media atau beberapa oknum yang sengaja ingin merusak kesinergisan KM-ITB," ujarnya.
Lalu dalam pernyataan resmi yang juga diposting melalui twitter, Yasin menyampaikan Seminar Kepemimpinan ini awalnya merupakan rangkaian acara pengaryaan mahasiswa muslim ITB angkatan 2013 dengan judul Islamic Leadership Festival (ILF). Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 10-11 Mei 2014.
Acara ILF ini tadinya akan mengundang ulama dan cendekiawan dari berbagai ormas Islam serta tokoh-tokoh dari semua partai politik islam sebagai pembicara, di antaranya Anis Matta dan Hatta Rajasa. Namun aksi dari KM-ITB terkait penolakan politisasi kampus ITB memicu munculnya pernyataan pro dan kontra dari berbagai pihak terkait acara ini. Selain itu, acara ini khawatir dipandang oleh massa kampus sebagai ajang politisasi kampus. Oleh karenanya akhirnya Gamais ITB tak jadi mengundang tokoh politik.
(trq/rvk)











































