"Kami memiliki sistem rekrutmen yang sangat ketat," ujar Kepala Sekolah JIS Tomothy Carr di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2014).
Namun Carr menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil investigasi terkait masuknya William James Vahey sebagai tenaga pengajar di sekolah internasional tersebut. Carr menambahkan pihaknya terus bekerjasama dengan pihak FBI untuk mendapat kejelasan seakurat mungkin.
Pada kesempatan itu, dirinya menyebut JIS selalu mengikuti pemerintah soal standard sekolah internasional, termasuk soal adanya tes psikotes untuk menjadi tenaga pengajar di JIS.
"Kita berlakukan hal tersebut ke depannya juga bekerja sama dengan agensi pmerintah," ucapnya.
Saat ini, JIS menangani anak didik sebanyak 200 orang. Dalam sistem pengajarannya, JIS mengaku menggunakan sistem kurikulum nasional.
"Kami sudah bicarakan dengan pihak kementerian dan sesuai dengan kurikulum yg ada di Indonesia," kata Timothy.
(fiq/rvk)











































