"Berdasarkan galian yang kami investigasi. ternyata guru pun sudah mengetahui ada tindak kekerasan di sekolah," kata Sekretaris KPAI, Erlinda di kantornya, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2014).
"Dan ternyata banyak hal yang ditutupi oleh sekolah," lanjut Erlinda penuh sesal.
Menurut perempuan berparas cantik ini, si korban sudah diberi pskiolog untuk menangani kondisi kejiwaannya. Namun mulai saat ini, KPAI akan mengambilalih seluruh pendampingan psikologi bagi korban.
"Akan kami ambil alih," tandasnya.
Bocah ini dengan korban sebelumnya berasal dari satu tingkat yang sama. Bahkan keduanya berkawan.
Korban ini mendapat perlakuan tidak senonoh itu sebanyak tiga kali. Bahkan pelaku ternyata sama dengan yang sudah ditangkap polisi beberapa waktu lalu.
"Salah satu yang pernah dia lihat yang pernah lakukan tindak kekerasan kepada dia itu yang sudah ditangkap sekarang," lanjut Erlinda.
Bocah tersebut memang tidak tahu pelaku lain. Namun bocah ini bahkan menyebut ciri-ciri khusus pelaku yang jumlahnya mencapai tiga.
"The big boys, the blue (baju yang dikenakan)," ungkap Erlinda menjelaskan ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan bocah tersebut.
(mok/rvk)











































