"Saya sangat mengerti dan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Pak Suryadarma Ali, jadi tentu beliau, sebagai Ketua Umum seharusnya kan beliau hadir," kata Hamzah di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4/2014).
Sementara itu mengenai konflik internal yang sempat terjadi, menurut Hamzah, itu adalah dinamika kepartaian. Namun sebaiknya jangan sampai terulang kembali. "Saya kira konflik di setiap partai itu selalu ada, tidak ada seorang pun yang tidak ada khilaf, jadi saya merasa bahagia, yang tadinya berkonflik, dalam sekejap bisa diselesaikan," tutur mantan wapres ini.
Partai berlambang Kabah itu sempat terbelah. Pemicunya tak lain adalah kehadiran Suryadharma dalam kampanye Partai Gerakan Indonesia Raya, Minggu (23/3/2014) lalu. Pada Jumat pekan lalu, di kantor DPP PPP Menteng, Jakarta Pusat, SDA menyatakan dukungan atas pencapresan Prabowo Subianto yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Konflik mereda setelah Ketua Dewan Syariah PPP KH Maimun Zubair memberikan fatwa yang menyatakan partai belum menentukan dukungan kepada capres tertentu.
Awalnya Suryadharma sempat muncul di area Mukernas hari ini. Namun usai dimediasi oleh KH Maimun yang menghubungkan dua pihak yang berseteru, Suryadharma pun pulang didampingi Waketum PPP Hazrul Azwar.
(erd/nrl)











































