Ihwal kengototan SDA sendiri terlihat saat menghadiri kampanye akbar Gerindra beberapa waktu lalu. Bahkan di atas panggung besar di Senayan, Jakarta Pusat, SDA mengungkapkan 'rasa cintanya' pada Prabowo Subianto.
Pekan lalu, di kantor DPP PPP, dengan lantangnya di depan Prabowo, SDA menyebut telah terjadi koalisi oleh partainya dengan Gerindra. "Sekarang kita masih berdua. Koalisi Gabah, Garuda-Kabah," kata Suryadharma yang menegaskan terbentuknya koalisi PPP-Gerindra, Jumat (18/4) lalu.
Ria- riak perpecahan di internal PPP sebelum deklarasi koalisi Gabah semakin meningkat. Awalnya dengan mengaitkan hasil pileg versi quick count menempatkan partai berlambang Kabah yang hanya meraup suara sekitar 6,7 persen dengan kehadiran SDA di Senayan bersama Prabowo. Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bahkan menyebut kedatangan SDA di kampanye Gerindra telah menimbulkan kebingungan dan penurunan moral di akar rumput PPP.
"Tentu saja punya efek dalam pemilihan. Karena dalam dapil-dapil tertentu banyak yang head to head dengan Gerindra," kata Suharso.
Pada deklarasi koalisi Gabah itu, SDA menegaskan koalisi yang dilakukannya juga telah mendapatkan persetujuan oleh Majelis Syariah. Nama Haji MAimum Zubair selaku pimpinan Majelis Syariah juga ikut dibawa oleh SDA untuk menegaskan kekuatan dukungan koalisinya dan menganulir hasil Mukernas Februari 2014 yang sama sekali tidak memasukkan nama Prabowo sebagai capres PPP.
"Hasil mukernas itu sifatnya bisa berubah dengan perkembangan politik. Keputusan mukernas itu sudah tidak relevan lagi," terangnya.
Manuver SDA itu membuat PPP terpecah. Rapimnas PPP kubu Sekjen Romahurmuziy (Romi) memutuskan pencopotan Suryadharma Ali dari posisi Ketum. SDA juga disebut melanggar konstitusi (AD/ART) partai serta menjatuhkan nama PPP. "Dan juga melanggar keputusan keputusan Mukernas II PPP, dan surat instruksi DPP PPP Nomor 1109/2013 tentang instruksi harian pemenangan pemilu," ujar Emron Pangkapi.
Dan puncaknya pada Mukernas PP di Bogor. SDA sepertinya harus menjilat ludahnya sendiri. Dukungan yang diberikan kepada Prabowo hanya sebatas angin surga karena nasib koalisi Gabah akan ditentukan pada hasil Mukernas PPP di Bogor malam ini. SDA pun menyebut bahwa dukungan yang ia berikan pada Jumat (18/4) lalu masih bersifat pribadi.
"Berdasarkan fatwa dari Dewan Syariah dan pertemuan tadi maka koalisi dengan Gerindra belum ada. Sejak awal juga secara institusi memang belum ada keputusan koalisi dengan Gerindra," ujar SDA hari ini di Bogor.
(fiq/trq)











































