"Kalau dengan PPP enggak ada mengkhianati-khianati," kata Fadli ditemui di Gallery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (23/4).
Dia mengatakan sejauh ini komunikasi Gerindra dengan partai berlambang Kabah itu tidak ada masalah. Apalagi setelah Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sudah bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PPP Maimun Zubair, beberapa hari lalu. "Enggak, enggak, ada masalah," katanya.
Dia pun menjelaskan pengalaman pasca Pemilu 2009 bukan berarti Gerindra pernah dikhianati PPP. Saat itu, dia menceritakan kalau Gerindra berencana membentuk aliansi bersama PAN dan PPP. Namun, setelah repitulasi suara KPU, ketiga partai ini hanya meraih 111 kursi atau kurang 1 kursi sebagai syarat 20 persen untuk Presidential Threshold yaitu minimal 112 kursi. Karena kurang satu kursi, maka aliansi ini tidak diteruskan oleh ketiga partai. Hal ini pun tidak bisa diartikan pengkhianatan dan membuat Gerindra trauma.
"Di Tahun 2009, PPP enggak pernah mengkhianati Gerindra. Waktu itu ada aliansi sama PAN dan PPP. Nah, pas hitungan KPU itu 111 kursi kurang 1 kursi. Maka tidak jadi. Jadi, enggak ada yg mengkhianati," sebutnya.
Adapun, PPP belum memastikan koalisi dengan Partai Gerindra karena dukungan Ketua Umum Suryadharma Ali disebut sebagai pernyataan pribadi bukan mengatasnamakan partai. SDA pernah hadir dalam kampanye akbar Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno, belum lama ini.
Persoalan ini yang menjadi awal konflik internal PPP karena SDA dianggap berselingkuh dengan partai lain. Sementara, partai berlambang kabah ini pun masih melangsungkan Musyawarah Kerja Nasional di Cisarua, Bogor. Hasil Mukernas ini yang menentukan arah kepastian koalisi dengan Gerindra atau sebaliknya batal.
(hat/erd)











































