Depag Pangkas Rombongan Amirul Haj Jadi 4 Orang

Depag Pangkas Rombongan Amirul Haj Jadi 4 Orang

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 16:25 WIB
Jakarta - Departemen Agama (Depag) akhirnya benar-benar membuktikan rencana efisiensi pelaksanaan haji tahun 2005. Rombongan Amirul Haj yang biasanya sangat banyak, kini dipangkas tinggal empat orang termasuk ketuanya.Ketua Amirul Haj ini hanya akan didampingi satu sekretaris dan dua anggota. Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan haji tahun 2005 di Gedung Depag, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu, (15/12/2004).Selain perubahan jumlah rombongan Amirul Haj, sejumlah perubahan juga dilakukan untuk kenyamanan jamaah. Diantaranya, pelaksanaan pendaratan di Madinah bagi maskapai penerbangan Garuda yang mengangkut calon jamaah haji dari Jakarta dan Medan.Disamping itu, menurut Menag Muhammad Maftuh Basyuni, rapat juga memutuskan memberikan makan sebanyak dua kali sehari untuk calon jamaah haji selama berada di Madinah.Dalam rangka efesiensi, petugas non kloter yang diberangkatkan ke Arab Saudi, kata Menang, juga dikurangi menjadi 306 orang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 418 orang."Jadi ada upaya untuk penyempurnaan yang mencakup pada tataran kebijakan, sistem dan teknis operasional, antara lain, petugas yang menyertai jamaah maupun petugas non kloter akan diambil dari jajaran Depag saja," katanya.Sementara itu, untuk kuota jamaah haji Badan Pelaksana Ibadah Haji Khusus tidak akan dibatasi dan batas minimum biayanya juga tidak akan dibatasi. Namun tetap mengacu pada ketentuandan peraturan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.Upaya lain yang dilakukan adalah porsi haji untuk propinsi akan ditinjau ulang dan disesuaikan dengan keputusan OKI yang mengacu kepada ketentuan satu per mil dari penduduk yang memeluk agama Islam.Di tempat yang sama, Dirjen Bimas dan Urusan Haji Taufik Kamil mengatakan, jumlah calon jamaah haji biasa yang terdaftar saat ini di Sistem Koordinasi Haji Terpadu tercatat 188.642 jamaah dan 15.936 jamaah BPIH Khusus.Sementara parpor jamaah haji biasa dan petugas yang telah selesai visanya tercatat 191.283 parpor. Sedangkan paspor yang belum divisa sebanyak 649 parpor.Mengenai masa operasional haji, menurut Taufik, calon jamaah akan mulai diberangkatkan pada 19 Desember 2004-15 Januari 2005. Sedangkan wukuf di Arafah jatuh pada hari Kamis 20 Januari 2005, dan masa pemulangan jamaah haji ke tanah air pada tanggal 27 Januari-23 Februari 2005.Seluruh jamaah haji akan diberangkatkan dalam 480 kloter dan diangkut dengan penerbangan Garuda sebanyak 293 kloter dengan 107.160 jamaah dan Saudi Arabian Airlines sebanyak 187 kloter untuk mengangkut 83.889 calon jamaah.Mengenai rumah yang akan disewa di Mekah tahun ini jumlahnya mencapai 260 rumah dengan kapasitas 197.279 orang.Ubah RuteDi tempat yang sama Tito Warsito, Vice President Pelaksanaan Haji PT Garuda mengatakan, terkait dengantravel warning dari masyarakat Eropa terhadap bandara internasional Jedah, pelaksanaan haji tahun ini mengalami perubahan rute. Perubahan rute ini terjadi pada empat kota, yakni Solo, Banjarmasin, Balik Papan dan Ujung Pandang, Dijelaskan, embarkasi dari Solo yang sebelumnya mengambil rute Solo-Batam-Jedah diubah menjadi Solo-Abudhabi-Jedah. Embarkasi Banjarmasin yang sebelumnya mengambil rute Banjarmasin-Batam-Jedah, sekarang diubah menjadi Banjarmasin-Batam-Abudhabi-Jedah.Embarkasi Balik Papan yang dulunya mengambil rute Balik Papan-Batam-Jedah diubah menjadi Balik Papan-Batam-Abudhabi-Jedah dan embarkasi Ujung Pandang yang sebelumnya menggunakan rute Ujung Pandang-Batam-Jedah menjadi Ujung Pandang-Batam-Abudhabi-JedahDikatakan Tito, sebenarnya yang paling terpengaruh dari perubahan rute ini adalah embarkasi Banjarmasin dan Ujung Pandang. Sedangkan Solo dan Balik Papan tetap melalui tiga kota tetapi akan singgah di Abudhabi."Ini dilakukan karena bandara di sana lebih bebas dan tidak terlalu sulit serta memiliki homebase spare part. Disamping untuk keamanan jamaah haji Indonesia," katanya.Saat ditanya, apakah perubahan rute tersebut akan berpengaruh pada biaya penerbanagan dan akan dibebankan pada BPIH, Tito hanya menegaskan bahwa pihaknya menjamin tidak akan biaya tambahan apapun. "Jadi ini risiko Garuda," tegasnya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads