"Masalah tersebut saat ini sedang berada di bawah penyelidikan FBI. Kami akan bekerjasama sepenuhnya dengan mereka," tulis JIS dalam dalam selebaran yang dibagikan kepada wartawan di depan kompleks JIS, Jl Terogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2014).
JIS bahkan menghubungi sekolah internasional lainnya di Caracas, Venezuela, untuk mengkonfirmasi penyelidikan Vahey yang dilakukan oleh biro investigasi federal dari AS itu.
Tak ada penjelasan lebih lanjut dari JIS mengenai tugas dan posisi yang pernah diemban Vahey selama 10 tahun bekerja di tempat mereka.
"Kami juga tetap fokus dengan situasi yang saat ini masih berlangsung, termasuk keputusan penutupan sementara sekolah Early Childhood Program kami," tulis JIS.
Menurut FBI, Vahey bekerja di JIS sebagai guru ilmu sosial pada tahun 1992-2002, lalu pindah ke Caracas, Venezuela, dan negara lainnya. Sedang menurut Reuters, Vahey berstatus menikah dan memiliki dua anak yang sudah besar, dan memiliki rumah-rumah di London, Inggris, dan Hilton Head Island, Carolina Selatan, AS.
Pada 12 Maret 2014, dia diberhentikan dari tempatnya bekerja di Nikaragua setelah pihak sekolah memergoki USB berisi konten porno anak-anak miliknya. Pihak sekolah melaporkan ke FBI. Pada 19 Maret, FBI memeriksa USB-nya. Pada 21 Maret, Vahey bunuh diri di sebuah rumah di Minnesota, AS.
FBI kini sedang mencari sedikitnya 90 korban kekerasan seksual yang diduga Vahey di 9 negara, termasuk Indonesia. Tujuannya untuk kepentingan penyidikan dan pendampingan.
(vid/nrl)











































