"Dari FBI belum memberitahukan permintaan kerja sama ke kami," kata Sekretaris Interpol Polri Brigjen Setyo Wasisto kepada detikcom, Rabu (23/4/2014).
Setyo mengatakan jika FBI ingin mencari para korban di Indonesia, maka Interpol FBI akan memberitahukan liaison officer-nya di Indonesia untuk bekerjas ama dengan Polri. "Interpol Indonesia akan memfasilitasi kasus itu," ungkap Setyo.
Selanjutnya, Polri sendiri yang akan melakukan pengecekan apakah ada korban atau tidak. Polri bisa langsung melakukan pendataan siapa saja yang pernah menjadi murid di Jakarta Internasional School (JIS). "Nanti kita sharing apa yang kita temukan," ujarnya.
Indonesia menjadi target FBI karena Vahey pernah mengajar di JIS selama 10 tahun dari 1992-2002.
Selain Indoensia, Vahey juga mengajar di Arab Saudi selama 12 tahun. Sisanya dia mengajar di Nikaragua, Inggris, Venezuela, Yunani, Iran, Spanyol, dan Libanon.
Vahey bunuh diri 21 Maret lalu setelah rekan/atasannya di American Nicaraguan School memergoki isi USB-nya yang berisi foto-foto pornografi setidaknya kepada 90 anak lelaki. Pihak sekolah lalu melaporkan ke FBI.
(slm/nrl)











































