Akan Dijual pada Lelaki Hidung Belang, 3 Perempuan Lapor Polisi

Akan Dijual pada Lelaki Hidung Belang, 3 Perempuan Lapor Polisi

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 16:13 WIB
Semarang - Kasus trafficking atau perdagangan anak perempuan masih saja terjadi. Di Semarang, tiga anak perempuan melapor polisi karena akan dijual pada lelaki hidung belang.Ketiga anak yang melapor itu yakni, Siti Aminah (16) dan Safyiah (14) yang beralamat di Purwojiwan V/ 4, Kalijajar, Wonosobo, dan Wuryatun (16) dengan alamat Dukuh Watu Payung, Pikatan I/ 2, Platungan, Kendal. Siti Aminah dan Syafyiah adalah saudara sepupu. Ketiganya melapor ke Polsek Sidodadi Semarang, Jl. Slamet Riyadi, Rabu (15/12/2004).Siti Aminah mengaku dirinya dan Safyiah diajak seorang perempuan (ibu) yang menawarkan pekerjaan di Semarang. Karena tertarik dengan tawaran itu, keduanya pun pergi. Oleh perempuan tak dikenal itu, mereka berdua dibawa ke penampungan yang tidak mereka ketahui alamatnya. Si ibu diberi uang sebesar Rp 1 juta oleh germo.Nasib serupa juga dialami Wuryatun. Gadis lugu itu diajak seorang laki-laki yang menjanjikannya pekerjaan. Dia dibawa dengan memakai bus dari Kendal turun di Kali Banteng Semarang. Dari Kali Banteng, Wuryatun diajak naik angkutan warna kuning menuju tempat penampungan yang juga tidak ia ketahui alamat pastinya.Di tempat penampungan itu, mereka diharuskan melayani lelaki yang terlihat mabuk dengan bayaran Rp 1 juta. Ketika disuruh ganti pakaian yang lebih seksi di sebuah kamar, mereka sepakat meninggalkan penampungan yang berbentuk rumah itu."Kami berjalan dari jam 4 sore sampai 9 malam (tadi malam) dan sampai di Gereja Isa Al-Masih, DR Cipto Semarang. Di sana kami minta bantuan pada orang gereja. Akhirnya kami dibawa ke kelurahan dan kantor polisi ini (Polsek Sidodadi)," cerita Siti Aminah ketika diinterogasi beberapa petugas Polsek Sidodadi.Ketika ditanya soal lokasi penampungan, ketiganya hanya menggelengkan kepala. Mereka mengaku sama sekali tidak mengenal alamat dengan jelas. Suasana saat mereka melarikan sangat gelap. Terlebih lagi, mereka juga tak berpikir apa-apa selain meloloskan diri.PenggerebekanUsai menerima laporan itu, beberapa petugas langsung melakukan penggerebekan. Sekitar empat anggota Polsek Sidodadi dan ketiga anak itu berusaha melacak lokasi penampungan berdasar keterangan yang ada.Dengan mengendarai Isuzu Panther warna merah metalik mereka meluncur ke arah barat Kota Semarang. Beberapa wartawan cetak dan televisi mengikuti dari belakang. Karena merasa tak ingin penggerebekannya terganggu, beberapa kali petugas berusaha mengecoh wartawan.Sayang usaha itu gagal. Setiap masuk gang dan jalan, wartawan yang mengendarai sepeda motor dan satu mobil itu bisa menemukan. Sehingga upaya menuju lokasi penampungan itu lebih seperti kejar-kejaran.Ketika petugas berbelok ke SPBU, Jl. Pamularsih untuk mengisi bahan bakar, akhirnya wartawan terkecoh. Wartawan menunggu di luar pintu SPBU tak mengetahui saat diam-diam petugas membelokkan ke arah yang berlawanan mobil secepat mungkin.Para wartawan pun tak kehilangan akal. Mereka langsung meluncur menuju Sadeng, Gunung Pati, Semarang karena sebelumnya mereka mendengar lokasi penampungan itu berada di sana.Sayang upaya itu gagal. Mereka tak menemukan tempat yang dicarinya. Sehingga hingga kini tak ada satu pun orang yang tahu pasti dimana tempat penampungan itu berada. (asy/)


Berita Terkait